Kamis , 29 Oktober 2020

Mengapa Al-Qur’an di Turunkan ?

Diturunkannya Al-Qur’an oleh Allah subhanahu wata’ala tidak semata-mata tanpa adanya alasan atar sebab.

Melainkan memiliki beberapa tujuan yang semuanya memberikan banyak sekali kebaikan bagi manusia. Diantaranya adalah:

Al-Quran diturunkan sebagai nasihat (maw’izhah), obat (syifa), petunjuk (huda), dan rahmat bagi orang beriman

Allah subhanahu wata’ala berfirman : 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

” Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
[QS. Yunus, 10 : 57 ] 

Ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa tujuan dari diturunkannya AL-Qur’an adalah sebagai penyembuh dari berbagai penyakit hati serta sebagai petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Allah subhanahu wata’ala telah menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya kitab yang paling benar dan paling Allah ridhai di muka bumi ini, sebagaimana firmannya didalam surat Ali-Imran:

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”
[QS. Ali-Imran, 3: 19]

Sebagai satu-satunya kitab yang paling benar dan yang Allah ridhai, Al-Qur’an dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup mutlak bagi umat manusia.

Membuktikan Kebenaran Al-Qur'an

Allah telah menjadikan AL-Qur’an sebagai pedoman hidup serta petunjuk umat manusia dalam hidupnya, maka Al-Qur’an sendiri haruslah otentik dan tidak terdapat sedikitpun ambiguitas didalamnya.

seluruh petunjuk yang ada didalam Al-Qur’an semuanya haruslah saling berkaitan dan dapat dibuktikan, maka cara untuk membuktikan kebenaran Al-Qur’an sendiri adalah dengan melakukan uji kepalsuan, berikut ulasannya:

Fase diturunkannya Al-Qur'an

Uji kepalsuan pertama adalah yang hanya diperuntukan pada masa diturunkannya Al-Qur’an.

Salah satu contoh yang dapat sama-sama kita analisis adalah tentang kisah Abu Lahab, kita sama-sama mengetahui bahwa Abu-lahab adalah paman Nabi Muhammad Shallahu’alaihi Wassalam dan dia diberi julukan “Abu Lahab “(Ayah dari Api)

Dia (Abu Lahab) merupakan salah satu musuh Nabi Muhammad Shallahu’alaihi Wassalam, kapanpun dia melihat siapapun berbicara dengan Nabi Muhammad Shallahu’alaihi Wassalam seringkali dia menunggu.

ketika Rosullah Shallahu’alaihi Wassalam telah pergi dia menghampiri orang tersebut dan bertanya apa yang dia (Rosulullah) katakan?, “Apakah dia mengatakan hitam?, yang benar putih” intinya adalah dia (Abu Lahab) selalu berusaha untuk mengatakan hal yang bertentangan dengan apa yang Rosulullah Shallahu’alaihi Wassalam sampaikan.

Dia selalu menggunakan segala cara, bahkan sampai harus berbohong berulang kali untuk membuktikan bahwa Rosullah Shallahu’alaihi Wassalam  itu salah.

Dan disebutkan pula didalam Al-Qur’an Surat Al-Lahab :

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ

” Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak, dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar”

(Qs. Al-Lahab 111: 3-4)

Ayat tersebut menyebutkan bahwa Abu Lahab dan istrinya pasti akan dibakar di api neraka, ini artinya mereka tidak akan menjadi muslim atau tidak akan pernah masuk islam.

Surat ini diturunkan 10 tahun sebelum kematian Abu-Lahab ketika surat ini diturunkan yang perlu dilakukan Abu-Lahab adalah masuk islam, maka Al-Qur’an akan terbukti SALAH.

Setelah 10 tahun ternyata Abu-Lahab meninggal dunia pada perang badar, sedangkan rosullah shallahu’ailaihi wassalam terus-menerus mengingatkan dan mendakwahkannya untuk masuk islam, berarti selama 10 tahun dia punya maktu untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an itu SALAH, SANGAT MUDAH!

Satu-satunya yang perlu dilakukan adalah mengucapkan “Aku seorang muslim”, maka Al-Qur’an terbukti SALAH 

Akan tetapi dia tidak bisa, karena ALLAH subhanahu wata’ala telah mengetahui ini, dan uji kepalsuan ini berlangsung selama 10 TAHUN!

Dan masih banyak lagi uji kepalsuan pada masa ini

Fase Sekarang sampai Hari Kiamat

Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an :

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَٰرَىٰ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. 

Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. 

Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri”
Qs. Al-Maidah 5:82)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orag beriman adalah orang kristen dan yang paling jauh persahabatannya dengan orang beriman adalah orang-orang yahudi  dan orang musyrik.

mungkin ada banyak yahudi yang masuk islam tapi secara keseluruhan Al-Qur’an berifirman bahwa umat yahudi adalah musuh Umat Muslim, dan umat kristen itu lebih dekat.

Salah sau cara untuk membuktikan Al-Qur’an itu salah adalah “Seluruh umat yahudi diseluruh dunia ini bersatu dan meraka berencana untuk berbuat baik kepada kaum muslimin selama beberapa tahun (2-3 tahun) , bersikap lebih baik kepada umat muslim daripada orang kristen” maka Al-Qur’an TERBUKTI SALAH!

Sangat Mudah!..

Namun, pada kenyataannya mereka tidak akan pernah bisa melakukannnya sampai kapanpun.

Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya untuk menguji kebenaran Al-Qur’an, maka dari sinilah mengapa Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia karena Al-Qur’an sangatlah otentik dan tidak terdapat sedikitpun kontradiksi dan ambigu.

Sebagai kitab umat Islam yang paling agung dan paling luas cakupan yang terkandung didalamnya, menyangkut semua jenis ilmu pengetahuan, kitab yang diturunkan oleh allah paling terakhir, kitab yang langsung bersumber dari Rabbul-‘Alamîn. 

Dengan dalil-dalil, hujjah-hujjah, aturan-aturan, dan nasihat-nasihat yang terkandung didalamnya , Al-Qur`an ini menjadi faktor banyaknya manusia yang memperoleh hidayah, dan ia mengantarkan kepada jalan yang lebih lurus dan lebih terang. 

Maksudnya, petunjuk Al-Qur`ân adalah petunjuk yang lebih lurus, adil, dan paling benar dalam persoalan aqidah (keyakinan), amalan-amalan dan akhlak.

Al-Quran diturunkan untuk Membimbing Manusia

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ 

“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”
[QS. Al-Maidah, 5: 15-16]

Tujuan

Sebagai kitab suci yang memiliki nama lain salah satunya adalah Al-Huda (Petunjuk), tujuan dari diturunkannya Al-Qur’an tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai Al-Huda (Petunjuk).

Maksudnya adalah petunjuk yang dapat membimbing umat manusia menuju keridhaan Allah subhanahu wata’ala serta sebagai pedoman  hidup dan landasan bagi setiap kaum muslimin maupun muslimat dalam menjalankan kehidupannya.

Hal tersebut disebabkan karena di dalamnya terdapat berbagai aturan, baik yang berhubungan dengan aturan dunia atau aturan yang berhubungan dengan akhirat (ukhrawi).

Tentang Dimas Shandy

Alumnus Ma'had Nurussalam dan Alumni SMA Multi Istiqlal. Founder & CEO Pusatilmupengetahuan.com, Saintek.id, Pusilpen.onlineSemoga Allah mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya. Amiin..

Baca Juga Artikel Berikut

Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkan Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kalamullah yang allah turunkan kepada Rosullah shallahu’alaihi wassalam sebagai petunjuk seluruh umat manusia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.