Kamis , 29 Juli 2021

Mempelajari Al-Qur’an dan Mengajarkannya

Hendaknya umat Islam senantiasa mempelajari Al Qur’an, mengkaji, dan mengajarkannya kepada anak-anak maupun saudara-saudara mereka, serta agar mereka selalu memperhatikan untuk menghafalnya dan senatiasa tekun untuk merealisasikannya.

Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ :

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”               

( HR.Bukhari )

Yakni , mempelajari Al Qur’an untuk dirinya sen-diri dan tekun dalam mempelajarinya, kemudian mengajarkannya kepada orang lain dari saudara-saudaranya sesame kaum muslimin.

Ini berarti tidak terbatas hanya kepada dirinya sendiri saja, akan tetapi menyebarluaskan kebaikan dan manfaatnya kepada saudara-saudaranya dan juga anak-anak kaum muslimin.

Maka , yang dituntut dari seorang muslim adalah hendaknya ia selalu bersungguh-sungguh dalam mempelajari Al Qur’an ini.

Tidaklah cukup bagi seseorang hanya dapat mengeja Al Qur’an saja, selama ia mampu untuk mempelajari Al Qur’an ini.

Tidaklah cukup bagi seseorang hanya mampu untuk mempelajari Al Qur’an, mendalami dan menekuninya secara benar , serta membacanya dengan bacaan yang tepat , dan tidak cukup hanya dengan mengejanya saja. Walaupun hanya dengan mengeja Al Qur’an dan upaya keras untuk dapat membacanya saja di dalamnya terdapat kebaikan yang melimpah. Sungguh Nabi ﷺ pernah bersabda :

والذي يقرأ القرآن ويتتغتع فيه وهو عليه شا ق، له أجران                     

“Dan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata dan dia merasa berat (kesulitan)untuk membacanya, maka baginya dua pahala.” ( HR. Muslim )

Akan tetapi, hal ini hanya bagi orang yang tidak mampu selain dengan kemampuan seperti itu, maka ia boleh membaca Al Qur’an sebatas kemampuannya saja dan Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sebatas kemampuannya.

Dan seorang muslim tidak boleh meninggalkan membaca Al Qur’an meskipun kemampuan membacanya sebatas seperti itu. Namun barangsiapa yang mampu  dan mendapati orang yang bisa mengajari dan membimbingnya untuk dapat membaca Al Qur’an secara benar, maka ia harus mempelajari Al Qur’an sebagaimana mestinya dan ia tidak boleh terus berada dalam kebodohannya tentang cara membaca Al Qur’an secara benar.

 Rasulullah ﷺ bersabda :

الماهر بالقرآ ن مع السفرة الكرام البررة، والذي يقرأ القرآن ويتتعتع فيه وهو عليه شاق، له أجران 

”Orang yang mahir (membaca) Al Qur’an , kelak akan bersama para utusan yang mulia dan terpuji (malaikat) . sedangkan orang yang membaca Al Qur’an dengan etrbata-bata dan dia merasa berat (kesulitan) dalam membacanya, maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim)

Adapun yang di maksud dengan orang mahir adalah orang yang baik bacaan Al Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. Orang semacam ini kelak pada hari kiamat akan berkumpul bersama para utusanyang mulia dan terpuji , yaitu para malaikat yang mulia.

Mereka dinamakan safarah, bentuk jamak dari kata safir (berarti utusan ), karena mereka adalah para utusan yang menghubungkan antara Allah dan para Rasul-Nya dalam menyampaikan wahyu dan risalah-risalah-Nya. Maka mereka adalah para utusan Allah ﷻ yang Dia utus kepada hamba-hamba-Nya, dan juga para Nabi dan Rasul-Nya untuk menyampaikan risalah-risalah.

Kiram Bararah ( yang terpuji ), yakni yang mulia di sisi Allah ﷻ , Bararah, adalah bentuk jamak dari kata bar dari mashdar al-birr yang berarti perbuatan baik, dan perilaku ketaatan.

Maka ini semua, wahai saudaraku muslim adalah adalah balasan bagi orang yang senantiasa tekun dalam membaca Al Qur’an sesuai dengan yang benar , ia akan memperoleh derajat yang tinngi dan terpuji itu. Oleh karena itu, gigihlah dalam berupaya untuk dapat berkumpul bersama-sama para utusan yang mulia dan terpuji.

Sedangkan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata, dan ia merasa berat ( kesulitan ) dalam membacanya, maka ia tidak boleh meninggalkan membaca Al Qur’an. Hendaknya ia tetap membacanya sebatas kemampuan maksimalnya, hingga ia mampu dan mendapati seseorang yang bisa mengajarinya membaca Al Qur’an dengan kaidah yang benar.

Firman Allah ﷻ :

 لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ۝

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” ( Al Baqarah [2]: 286 )

 

 

Qothrunnadaa Learning Centre – Bekasi – 22 Dzulqo’dah 1440 H ( 25 Juli 2019 Kamis Malam )

Tentang Heri Suheri

Founder Qothrunnadaa Learning Centre. Alumni Ma'had Ihyaa Assunnah Tasikmalaya jurusan TBA (Takhassus Bahasa Arab) tahun 2009 dan Ma'had 'Aly Assunnah Medan (sekarang STAI As-Sunnah) tahun 2012. Berpengalaman lebih dari sepuluh tahun mengajar bahasa Arab bagi pembelajar pemula. Semoga Allah mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya. Amiin

Baca Juga Artikel Berikut

Rukun Qiro'ah Al-Quran

Rukun Qiro’ah Al-Quran

Qothrunnadaa.com – Rukun Qiro’ah Al-Quran | Melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu tentang tingkatan dalam membaca Al-Quran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.