Senin , 18 Oktober 2021

Manfaat Mempelajari Ilmu Tajwid

     Banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari mempelajari ilmu tajwid, namun pada pembahasan kali ini kita fokuskan pada manfaat-manfaat yang paling besar terlebih dahulu , diantara manfaat yang bisa diperoleh dari mempelajari tajwid adalah:

Manfaat Mempelajari Tajwid

1. Menjaga lidah dari lahn (kesalahan)

dalam mengucapkan huruf demi huruf saat membaca Al-Qur’an. Baik kesalahan-kesalahan yang dapat mengubah makna atau kesalahan-kesalahan yang tidak mengubah makna, lahn (kesalahan) terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

Jali (Kesalahan Besar)

Jali (besar) yaitu kesalahan yang terdapat dalam lafazh dan mempengaruhi tata cara bacaan, baik itu mengubah arti atau tidak mengubahnya. Dinamakan “kesalahan besar” karena kesalahan ini diketahui oleh ulama qiro’ah maupun orang awam, seperti :

a. Perubahan huruf dengan huruf

Seharusnya

اَلْمُسْتَقِيْمَ

dibaca

اَلْمُصْتَقِيْمَ

Seharusnya

اَلَّذِيْنَ

Khafi (Kesalahan Kecil)

Khafi (kecil) yaitu kesalahan yang berkaitan dengan tidak sempurnanya pengucapan bacaan; kesalahan seperti ini hanya diketahui oleh orang yang ahli dalam bidang ini (bidang qiro’ah, pent.), seperti:

a. Tidak sempurna dalam pengucapan dhommah.

وَنُوْدُوْا

→ Seharusnya dibaca wa nuuduu tetapi dibaca wa noodoo

b. Tidak sempurna dalam pengucapan kasroh.

سَبِيْلِهِ

→ Seharusnya dibaca sabiilih tetapi dibaca sabiileh

c. Tidak sempurna dalam pengucapan fathah.

اَلْبَاطِلُ

→ Seharusnya dibaca al-baathilu tetapi dibaca al-boothilu

d. Menambah qalqalah pada kata yang seharusnya tidak berqalqalah.

فَضْلَهُ

→ Seharusnya dibaca fadhlahuu tetapi dibaca fadhe‘lahuu

e. Mengurangi bacaan ghunnah.

أَنَّ

→ Seharusnya tasydid dibaca dengan dengung sekitar dua harakat tetapi tidak dibaca dengan dengung.

f. Terlalu memanjangkan bacaan panjang.

اَلرَّحْمَانُ

→ Seharusnya mim tersebut dibaca dua harakat tetapi dibaca empat, lima, atau enam harokat.

g. Terlalu menggetarkan ro’.

الَذُّكُوْرُ

→ Seharusnya dibaca adz-dzukuur tetapi dibaca adz-dzukuurrrr.

pendapat yang rajih (terkuat), hukum kesalahan ini juga terlarang.

     Bila kita membaca Al-Qur’an dan keliru mengucapkan sehingga mengubah makna Al-Qur’an dengan sengaja, maka hal tersebut sangat jelas keharamannya, karena mengubah makna Al-Qur’an sama dengan mengubah isi Al-Qur’an.

BacaMenjaga Sikap Jujur, Amanah dan Istiqomah

contohnya,

-kalimat

(الله أكبر)

Allahu akbar” artinya: Allah Maha Besar

Jika dibaca (آلله أكبر) “AAllahu akbar”  dengan huruf alif dibaca panjang, artinya: apakah Allah Maha Besar?

Akibatnya fatal sekali !

-surat Al-Fatihah ayat ke-5,

إياك نعبد وإياك نستعين

Jika dibaca “IYYaaka na’budu” dengan tasydid huruf “ya” artinya: “Hanya kepada-Mu Kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Jika dibaca “iYaaka na’budu” tanpa tasydid huruf “ya” maka artinya: ““kepada cahaya matahari  kami menyembah dan kepada cahaya mataharikami meminta pertolongan”

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan hal ini dalam tafsirnya,

وَقَرأَ عُمَرْوَ بِن فَايَدْ بِتَخفيفها مَعَ الكَسر وَهِيَ قَرَاءَة شَاذة مَردُودَة؛ لِأَن “إيا” ضوء الشَمْسِ

“’Amr bin Faayid membacanya dengan tidak mentasydid (huruf ya’) dan mengkasrah (huruf alif). Ini adalah bacaan yang aneh/nyeleneh dan tertolak. Karena makna “iya” adalah cahaya matahari.”

Ini juga fatal akibatnya !!
Masih ada contoh yang lain misalnya “JamAAl” artinya keindahan sedangkan “jamAl” artinya unta,dan berbagai macam kesalahan-kesalahan yang lainnya.
Adapun bila kita melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak mengubah makna, walaupun tidak terhitung mengubah isi Al-Quran, sesungguhnya -sadar atau tidak- kita telah mengubah keaslian Al-Quran. Karena Al-Quran diturunkan satu paket dengan ilmu tajwid.
cara membaca Al-Quran merupakan sesuatu yang tawqifiy (given), yang tidak ada ruang-ruang ijtihad (usaha individu) di dalamnya. Inilah manfaat yang kedua, yakni menjaga keaslian Al-Quran.

Manfaat yang ketiga adalah untuk meraih keridhaan Allah subahanahu wata’ala karena membaca Al-Quran dengan tajwid adalah perintah-Nya

Sebagian orang yang menganggap wajibnya menerapkan kaidah tajwid secara mutlak, berdalil dengan ayat :

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلَا

“dan bacalah Al Qur’an dengan tartil” (QS. Al Muzammil: 4).

Tartil di sini dimaknai dengan hukum-hukum tajwid. Kita simak penjelasan para ulama tafsir mengenai ayat ini.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan :

وَقَوْلُهُ: {وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا} أَيِ: اقْرَأْهُ عَلَى تَمَهُّلٍ، فَإِنَّهُ يَكُونُ عَوْنًا عَلَى فَهْمِ الْقُرْآنِ وَتَدَبُّرِهِ

“dan firman-Nya: ‘dan bacalah Al Qur’an dengan tartil‘, maksudnya bacalah dengan pelan karena itu bisa membantu untuk memahaminya dan men-tadabburi-nya” (Tafsir Ibni Katsir, 8/250).

Imam Ath Thabari juga menjelaskan :

وقوله: (وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا) يقول جلّ وعزّ: وبين القرآن إذا قرأته تبيينا، وترسل فيه ترسلا

“dan firman-Nya: ‘dan bacalah Al Qur’an dengan tartil‘, maksudnya Allah ‘Azza wa Jalla mengatakan: perjelaslah jika engkau membaca Al Qur’an dan bacalah dengan tarassul (pelan dan hati-hati)” (Tafsir Ath Thabari, 23/680).

As Sa’di menjelaskan :

{وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا} فإن ترتيل القرآن به يحصل التدبر والتفكر، وتحريك القلوب به، والتعبد بآياته، والتهيؤ والاستعداد التام له

“‘dan bacalah Al Qur’an dengan tartil‘, karena membaca dengan tartil itu adalah membaca yang disertai tadabbur dan tafakkur, hati bisa tergerak karenanya, menghamba dengan ayat-ayat-Nya, dan tercipta kewaspadaan dan kesiapan diri yang sempurna kepadanya” (Taisir Karimirrahman, 892).

Demikian yang dijelaskan para ulama ahli tafsir mengenai makna tartil.

Tentang Heri Suheri

Founder Qothrunnadaa Learning Centre. Alumni Ma'had Ihyaa Assunnah Tasikmalaya jurusan TBA (Takhassus Bahasa Arab) tahun 2009 dan Ma'had 'Aly Assunnah Medan (sekarang STAI As-Sunnah) tahun 2012. Berpengalaman lebih dari sepuluh tahun mengajar bahasa Arab bagi pembelajar pemula. Semoga Allah mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya. Amiin

Baca Juga Artikel Berikut

Rukun Qiro'ah Al-Quran

Rukun Qiro’ah Al-Quran

Qothrunnadaa.com – Rukun Qiro’ah Al-Quran | Melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu tentang tingkatan dalam membaca Al-Quran, …

2 Komentar

  1. informasi nya mantap banget
    sampai di bahas ke akar akar nya
    di tunggu artikel berikut nya ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.