Kamis , 29 Juli 2021

Kesalahan Dalam Membaca Al-Qur’an

Dalam membaca Al-Qur’an tidak sedikit dari setiap kaum muslimin dan muslimat yang mengalami kesalahan saat membacanya, nah.. kesalahan ini disebut dengan “lahn”, secara bahasa lahn dapat diartikan “kesalahan”, namun secara istilah lahn memiliki pengertian sebagai berikut:

اْ لْمَيْلُ وَ اْلإِنْحِرَفُ عَنِ اْلصَّوَابِ

“Menyimpang dari yang benar.”

Adapun yang dimaksud lahn dalam membaca Al-Qur’an adalah kekeliruan atau penyimpangan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an, baik itu mengurangi hak dan mustahak huruf atau berlebihan padanya.

Kadang, lahn dapat mengubah makna Al-Qur’an dan kadang lahn juga tidak mengubah makna Al-Qur’an. Namun, baik mengubah ataupun tidak mengubah makna, keduanya merupakan kekeliruan yang mesti kita hindari demi menjaga keaslian bacaan Al-Qur’an. Lahn dalam membaca Al-Qur’an terbagi menjadi dua, yakni lahn jaliy dan lahn khafiy.

Al-Lahnul Jaliyy 

Al-Jaliyy berarti terang atau jelas, yakni kesalahan yang terlihat dengan jelas baik dikalangan awam maupun para ahli tajwid. Lahn jali terbagi dalam beberapa kategori :

  • Berkaitan dengan huruf, seperti mengganti satu huruf dengan huruf yang lain dan menambah atau mengurangi huruf.
    Contoh :

Berkaitan dengan harakat, seperti mengubah harakat, fathah menjadi kasrah, kasrah menjadi dhammah, atau selainnya.
Contoh :

Berkaitan dengan waqaf dan ibtida, seperti berhenti pada tempat- tempat yang dapat mengubah makna, bahkan menjadi negatif, atau memulai pada tempat yang tidak sesuai dan mengubah makna menjadi negatif.
Contoh :

Al-Lahnul Khafiyy

Al-Khafiyy berarti tersembunyi, yaitu kesalahan ketika membaca Al- Qur’an yang tidak diketahui secara umum kecuali oleh orang yang pernah mempelajari ilmu tajwid. Bahkan sebagian di antaranya hanya diketahui oleh para ulama yang memiliki pengetahuan mengenai kesempurnaan membaca Al-Qur’an. Kesalahan khafiy ini banyak sekali terjadi, di antaranya:

  1. Tidak menyempurnakan harakat sebagaimana mestinya,
  1. Tidak konsisten dalam mad,

  2. Tidak konsisten dalam menentukan kadar panjang ghunnah,

  3. Memantulkan huruf-huruf yang bukan qalqalah dan tidak

    memantulkan huruf-huruf qalqalah.

  4. Berlebihan dalam mengucapkan huruf lam,

  5. Membaca sambil dipaksakan menangis (secara dibuat-buat),

  6. Berhenti (waqf) dengan harakat yang sempurna,

  7. Menghilangkan kejelasan huruf awal dan akhir pada sebuah kalimat,

  8. Isyba’ harakat, yaitu menambah sedikit harakat sebelum sukun.

Beberapa contoh dalam bacaan:

Tentang Heri Suheri

Founder Qothrunnadaa Learning Centre. Alumni Ma'had Ihyaa Assunnah Tasikmalaya jurusan TBA (Takhassus Bahasa Arab) tahun 2009 dan Ma'had 'Aly Assunnah Medan (sekarang STAI As-Sunnah) tahun 2012. Berpengalaman lebih dari sepuluh tahun mengajar bahasa Arab bagi pembelajar pemula. Semoga Allah mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya. Amiin

Baca Juga Artikel Berikut

Rukun Qiro'ah Al-Quran

Rukun Qiro’ah Al-Quran

Qothrunnadaa.com – Rukun Qiro’ah Al-Quran | Melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu tentang tingkatan dalam membaca Al-Quran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.