Kamis , 17 Juni 2021

Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkan Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kalamullah yang allah turunkan kepada Rosullah shallahu’alaihi wassalam sebagai petunjuk seluruh umat manusia kepada jalan kebenaran dan hidayah, sehingga mempelajari dan mengajarkannya memiliki banyai sekali keutamaan-keutamaan.

Rosullah shallahu’alahi wassalam memotivasi kita untuk mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sebagaimana sabda beliau:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah yang membaca Al-Qur’an dan yang mengajarkannya
(HR. Al-Bukhari (No. 5072) dari Utsman bin Affan, dan Abu Dawud (No. 1452)

Kaum salaf Amat perhatian terhadap masalah tersebut, sehingga mereka dengan suka rela mencurahkan waktu dan hidupnya untuk itu, seperti seorang Tabi’in yang bernama Abu Abdurrahman As-Sulami. Beliau belajar Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh kepada Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Mas’ud.

Setelah itu dia menyibukkan diri untuk mengajarkannya kepada manusza selama 40 tahun di Masjid Kuffah. Tabi’in inilah yang meriwayatkan hadist diatas, seraya menyatakan:
” Hadits inilah yang membuatku bertahan duduk ditempat ini”
(Nuzhatul Fudhala)

Syeikh Salim bin Ied Al-Halali- hafizhahullah- berkata ketika menjelaskan hadist Utsman sebelumnya:

قَارِئُ الْقُرْآنِ مِنْ حَيْثُ قِرَاءَتُهُ لِمَا فِيْهِ تَجْوِيْدٌ وَأَحْكَامٌ وَمَا فِيْهِ مِنْ عُلُوْمٍ، وَكُلُّ ذَلِكَ يَحْتَاجُ إَلَى مُعَلِّمٍ وَلِذَا فَقَدْ حَضَّ عَلَى طَلَبِهِ مِنْ عِنْدِهِ أَهلِهِ وَحَضَّ عَلَى تَعْلِيْمِهِ لِمَنْ يَطْلُبُهُ وَكُلُّ ذَلِكَ مُعَلَّقٌ بِمَنْ عََلّمَهُ

Orang yang membaca Al-Qur’an yang tidak berguru (memiliki guru) tidak akan sanggup membacanya (dengan benar) karena didalamnya berhubungan dengan tajwid, hukum-hukum dan ilmu-ilmu lainnya; semua itu membutuhkan bimbingan guru. Karena itu beliau (Nabi Shallahu’alahi Wassalam) menganjurkan kita agar mempelajarinya dari ahlinya, dan menganjurkan orang yang telah mempelajarinya agar mengajarkannya. Tentu saja hal tersebut sangat bergantung pada orang yang mengajarinya
(Bahjatun Nadzhrin: Syarh Riyadhis Shalihin (II/226)).

Tentang Heri Suheri

Founder Qothrunnadaa Learning Centre. Alumni Ma'had Ihyaa Assunnah Tasikmalaya jurusan TBA (Takhassus Bahasa Arab) tahun 2009 dan Ma'had 'Aly Assunnah Medan (sekarang STAI As-Sunnah) tahun 2012. Berpengalaman lebih dari sepuluh tahun mengajar bahasa Arab bagi pembelajar pemula. Semoga Allah mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya. Amiin

Baca Juga Artikel Berikut

Rukun Qiro'ah Al-Quran

Rukun Qiro’ah Al-Quran

Qothrunnadaa.com – Rukun Qiro’ah Al-Quran | Melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu tentang tingkatan dalam membaca Al-Quran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.