Kamis , 29 Juli 2021

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Membaca kitab suci Al-Qur’an memiliki keutamaan tersendiri bila dibandingkan membaca kitab selainnya, termasuk hadits dan hadits qudsi sekalipun.
Di antara keutamaan tersebut adalah:

1. Perniagaan yang Tidak Pernah Rugi

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tentu menginginkan selalu berada dalam keadaan yang membuat kita beruntung atau tidak mengalami kerugian. Namun, masih sangat banyak diantara kita yang mengalami kerugian terhadap apa yang kita kerjakan dalam hidupan sehari-hari kita. Entah kita yang memiliki profesi sebagai seorang pedagang, seorang pegawai, seorang yang bekerja dalam militer, petani, orang yang duduk di partai politik, jabatan pemerintahan dan berbagai macam profesi didalam kehidupan kita. Hal ini tidak terlepas terhadap apa yang dilakukan. 
Kerugian yang dialami oleh kita tentunya sangat beraneka ragam mulai dari kerugian didalam muamalah (jual beli), dipecat dari pekerjaan, gaji bulanan di potong atau bahkan tidak mendapat hasil dari apa yang telah kita kerjakan, hasil panen kurang atau bahkan gagal panen, dan lain sebagainya. Hal ini tentu merupakan akibat dari perbuatan yang kita lakukan. Lantas seperti apa langkah yang perlu kita lakukan agar tidak rugi dalam kehidupan?

Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an :

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ 

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, Agar Allaah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya.Sungguh, Allaah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”
[QS. Faathir, 35 : 29-30 ]

Di dalam surat tersebut telah sangat jelas menjelaskan bahwa terdapat 3 amalan yang membuat seseorang tidak akan pernah mengalami kerugian didalam hidupnya. Ketiga amalan tersebut salah satunya adalah ‘selalu membaca Al-Qur’an’

Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa Ibnu Katsir rahimahullah pernah berkata mengenai ayat tersebut (Fathir ayat 29-30)

قَالَ قَتَادَة رَحِمَهُ الله: كَانَ مُطَرف، رَحِمَهُ الله، إِذَا قَرَأَ هَذِهِ اْلْآية يَقُوْلُ: هَذِه آيَةُ اْلقراء

“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).

Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah pernah berkata,

أي: يَسْتَمِرُّوْنَ عَلَى تِلَاوتِهِ ، وَيداومونها

“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).

didalam sebuah riwayat hadist menyebutkan:

Rasuulullaah –shallahu’alaihi wassalam- bersabda:

ِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اْللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ ٱللَِّه صَلَى الله عَلَيْه وَسَلَمْ ٱلْمَاهِرُ بِااْلْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

Dari ‘A-Isyah radhiyallaahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seorang yang lancar membaca Al- Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allaah, adapun yang membaca Al-Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.” [HR.Muslim 798]

Riwayat di atas menyatakan kepada kita bahwa seseorang yang membaca Al-Qur’an tidak pernah berada dalam kerugian.
Hal ini juga menegaskan kepada kita bahwa seseorang yang baru belajar membaca Al- Qur’an tidak perlu hilang kepercayaan diri, yang membuat ia justru menjauhi Al-Qur’an karena beranggapan belum bisa membacanya dengan benar.
Padahal, membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata pun tetap merupakan kebaikan di hadapan Allah subhanahu wata’ala

2. Memperoleh Kebaikan dan Pahala yang Banyak

Rasulullaah shallallahu’alahi wassalam bersabda:

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
[HR. Tirmidzi 2910]

Dalam riwayat di atas, Rasulullah shallahu’alaihi wassalam bersabda dengan menggunakan kata hasanah (kebaikan). Beliau tidak menggunakan kata“pahala”, karena hasanah lebih luas cakupannya dan lebih besar nilainya dari sekedar pahala. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa hasanah dapat menghapus sayyi`ah (keburukan/ dosa) sehingga sangat jelas bahwa kata hasanah jauh lebih besar dan lebih baik dibandingkan dengan sekedar ‘balasan’,’ganjaran’,maupun pahala.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم, akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.”
(Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).

Dan hadits tersebut sangat jelas menunjukan, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Qur’an baik ia paham maupun tidak paham, maka dia akan tetap mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang allah subhanahu wata’ala telah janjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk-makluk ciptaannya, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab maupun yang tidak bisa berbahasa arab.

3. Mendapatkan syafaat pada hari kiamat

Rasulullah shallahu’alaihi wassalam bersabda :

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ اْلْبَاهَلِيٌ رَضِيَ اْللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولُ اْللَِّه صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ 

Dari Abu Umamah Al-Bahiliy radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasuulullaah shallallaahu‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.”
[HR. Muslim 804].

Dalam riwayat yang lainmenyebutkan bahwa, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.” 
[HR. Muslim 1910]

Hendaknya kita sangat mengharapkan syafa’at kepada allah subhanahu wata’ala terutama syafa’at saat membaca Al-Qur’an, karena setiap dari kita memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan syafa’at dari membaca Al-Qur’an.

Apa itu Syafa’at?

Para ulama mendefinisikan mengenai syafa’at:

ﻓﺎﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻮﺳﻂ ﻟﻠﻐﻴﺮ ﻓﻲ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﻨﻔﻌﺔ ﺃﻭ ﺩﻓﻊ ﺍﻟﻤﻀﺮﺓ

“Syafa’at adalah sebagai penengah/wasilah bagi yang lain untuk mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya/madharat.”

Sehingga syafa’at ini bisa berupa syafa’at di dunia maupun syafa’at di akhirat. Syafa’at di dunia diantaranya bisa berupa syafa’at yang berupa kebaikan dan syafa’at yang berupa keburukan sedangkan syafa’at di akhirat adalah merupakan syafa’at yang berisi kebaikan

Allah ta’ala berfirman,

مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا

Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang BAIK, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang BURUK, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya.
(An-Nisaa’ :85)

Maksud hadits yang kami sampaikan di awal tulisan mengenai syafa’at oleh Al-Qur’an adalah syafaat yang diberikan diakhirat. Saat itu, manusia sangat membutuhkan syafa’at dengan izin Allah karena berbagai kesulitan yang akan di hadapi oleh seluruh manusia pada hari kiamat, seperti saat:

1. Banyak manusia yang tenggelam dengan keringatnya
2. Matahari didekatkan kepada manusia 1 mil jauhnya
3. Kejadian di padang mahsyar yang belangsung sangat lama, di mana satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun waktunya di bumi.
4. Manusia ada yang diseret dan berjalan dengan menggunakan wajah mereka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda mengenai kejadian tersebut :

ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺸَﺮُﻭْﻥَ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻭَﺭُﻛْﺒَﺎﻧًﺎ ﻭَﺗُﺠَﺮُّﻭْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻭُﺟُﻮْﻫِﻜُﻢْ

“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.”
(HR. Tirmidzi, Shahih at-Targhib wat-Tarhib  no. 3582).

Tentulah kita sangat-sangat membutuhkan syafa’at pada hari kiamat termasuk syafa’at yang diberikan ketika membaca Al-Quran sebagaimana disebutkan didalam hadits.
namun yang perlu kita ketahui adalah bahwa syafa’at ini mutlak hanya milik Allah subhanahu wata’ala saja.

Allah ta’ala berfirman,

ﻗُﻞ ﻟِّﻠَّﻪِ ﭐﻟﺸَّﻔَٰﻌَﺔُ ﺟَﻤِﻴﻌٗﺎۖ

“Katakanlah semua syafaat hanyalah milik Allah.” (az-Zumar: 44)

Al-Quran serta makhluk lainnya yang bisa memberi syafa’at sebagaimana dalam dalil tidaklah mempunyai syafa’at secara mutlak (sebenarnya),akan tetapi diberikan izin oleh Allah untuk memberikan syafa’at. Oleh karena itu, kita hanya boleh meminta syafa’at hanya kepada Allah subhanahu wata’ala saja. Tidak boleh meminta syafa’at kepada makhluknya. Semisal perkataan yang TIDAK boleh:

“Wahai Nabi, aku minta syafa’at-mu”

akan tetapi katakanlah:

“Yaa Allah, aku memohon syafa’at Nabi-Mu”

Allah subahahu wata’ala berfirman:

ﻣَﻦ ﺫَﺍ ﭐﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸۡﻔَﻊُ ﻋِﻨﺪَﻩُۥٓ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺈِﺫۡﻧِﻪِۦۚ

Tidak ada yang memberikan syafaat disisi Allah kecuali dengan izin-Nya.” (al-Baqarah: 255)

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung mendapatkan syafa’at dari allah subahahu wata’ala dan dapat memberikan syafa’at kepada orang lain.aamiin

Tentang Heri Suheri

Founder Qothrunnadaa Learning Centre. Alumni Ma'had Ihyaa Assunnah Tasikmalaya jurusan TBA (Takhassus Bahasa Arab) tahun 2009 dan Ma'had 'Aly Assunnah Medan (sekarang STAI As-Sunnah) tahun 2012. Berpengalaman lebih dari sepuluh tahun mengajar bahasa Arab bagi pembelajar pemula. Semoga Allah mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya. Amiin

Baca Juga Artikel Berikut

Rukun Qiro'ah Al-Quran

Rukun Qiro’ah Al-Quran

Qothrunnadaa.com – Rukun Qiro’ah Al-Quran | Melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu tentang tingkatan dalam membaca Al-Quran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.