Kamis , 29 Juli 2021

Al-Qur’an dan Keutamaannya

Qothrunnadaa.com | Al-Quran dan Keutamaannya merupakan pembahasan yang tak pernah lekang dimakan zaman. Karena Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar yang akan senantiasa ada dan menjadi petunjuk bagi umat manusia sampai akhir zaman.

Daftar Isi

 إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (۱۷) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (۱۸)

 إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (۱۷) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (۱۸)

Definisi Al-Qur'an

Definisi Secara Bahasa

Kata Al-Quran (القرآن) dalam bahasa Arab merupakan bentuk mashdar dari kata qara’a – yaqra’u (قَرَأَ – يَقْرَأُ) yang berarti bacaan.

Allah berfirman:

 إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (۱۷) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (۱۸)

“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.”  (QS. Al-Qiyamah: 17 – 18).

Kata Al-Qur’an jika ditinjau dari kaidah ilmu sharaf maka ia mengikuti wazan (pola) fu’laan (فعلان) seperti kata ghufraan (غفران). Berdasarkan ma’na mashdary inilah kata Al-Qur’an dibawa maknanya kepada makna kalam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alayi wa sallam.

Definisi Secara Istilah

Adapun Al-Qur’an secara istilah adalah sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Al-Qira’at Ahkamuha wa Mashdaruha, adalah:

كلام الله تعالى المعجز المنزل على خاتم الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم بواسطة الأمين جبريل -عليه السلام- المكتوب في المصاحف، المنقول إلينا بالتواتر، المتعبد بتلاوته، المبدوء بسورة الفاتحة، المختوم بسورة الناس

Kalamullah ta’ala sebagai mukjizat yang Allah turunkan kepada penutup para Nabi dan Rasul; Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam dengan perantara Jibril ‘alayhissalam yang termaktub dalam mushaf-mushaf, yang dinukil sampai kepada kita secara mutawatir, membacanya sebagai ibadah, yang dimulai dengan surah Al-Fatihah yang ditutup dengan surah An-Nas. (Al-Qira’at Ahkamuha wa Mashdaruha, hal. 13)

Fungsi Al-Qur'an

Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada manusia sebagai nasihat, obat, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ (57) قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ (58)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.  (QS. Yunus 10: 57-58).

Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan untuk membimbing manusia menuju jalan keselamatan, mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dan petunjuk, serta membimbing mereka menempuh jalan yang lurus. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ (15) يَهْدِي بِهِ اللّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ يُخْرِجُهُم مِّنِ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ (16)

“Se­sungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Maidah 5:15-16)

Kedudukan dan Keutamaan Al-Qur'an

Al-Qur’an adalah kitab mulia, yang tidak ada kebathilan padanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman: 

وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ (41) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ (42)

“….dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia, Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji” (QS. Fushilat 41: 41-42)

Al-Qur’an adalah kalamullah, tidak ada yang dapat menandinginya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللّهِ حَدِيثًا

“Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?” (QS. An-Nisa’ 4: 87)

Al-Qur’an adalah kitab yang memiliki kedudukan sangat tinggi, diturunkan oleh Allah Yang Mahatinggi. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى

Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam yang terbesar. Allah pun berjanji untuk menjaganya dari perubahan tangan-tangan kotor manusia. Beliau shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أُعْطِيَ مِنَ الآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْياً أَوْحَى الله إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tiada seorang nabi pun melainkan ia dianugerahi tanda-tanda kenabian (mukjizat) yang dengannya manusia beriman. Adapun mukjizat yang dianugerahkan kepadaku berupa wahyu yang allah wahyukan kepadaku, dan kelak Aku berharap memiliki pengikut yang paling banyak pada hari Kiamat” (HR. Al-Bukhari no. 4981)

Al-Qur’an adalah kitab yang terpelihara dan terjaga:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hijr 15: 9)

Sifat-Sifat Al-Quran

Allah subhanahu wa ta’ala menyifati Al-Quran dengan sifat-sifat yang tinggi dan mulia, yang mana sifat-sifat ini merupakan kekhususan AlQuran yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab lainnya. Diantara sifat-siaft mulia tersebut adalah:

a.) Al-Quran Adalah Kitab Yang Agung

Keagungan dan kemuliaan Al-Quran merupakan suatu kemutlakan. Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang menunjukkan akan keagungannya, diantaranya adalah firman Allah:

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Quran yang agung.” (QS. Al-Hijr 15: 87)

b.) Al-Quran Adalah Kitab Yang Penuh Hikmah

b) Al-Qur’an Kitab yang penuh Hikmah. Firman Allah subahanahu wata’ala:

يس ﴿١﴾
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ ﴿٢﴾

“Yaa siin. Demi Al Quran yang penuh hikmah” (QS. Yasin 36: 1-2)

c) Al-Qur’an Kitab yang Jelas. Firman Allah subahanahu wata’ala:

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ ﴿٦٩﴾

“Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang jelas” (QS. Yasin 36:69)

c) Al-Qur’an Kitab yang Mulia. Firman Allah subahanahu wata’ala:

ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ ﴿١﴾

Qaaf Demi Al Quran yang mulia” (QS. Qaf 50:1)

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾

Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia” (QS. Al-Waqi’ah 56:77)

Al-Qur’an adalah Kalamullah, yang memiliki sifat-sfiat agung. Maka seorang hamba yang ingin mendapatkan anugerah besar dari-Nya suda seharusnya menghabiskan umurnya dengan membaca, mempelajari, serta mengamalkan kandungannya.

Kaum salaf (generasi pertama umar islam) mendapatkan pujian, keridhaan dan kemenangan dari Allah karena menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Dari keterangan diatas, kita mengetahui betapa agungnya Al-Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallahu’alaihi Wassalam. Karena itu, jadikanlah ia sebagai pedoman hidup kita, sebagaimana dilakukan para kaum Salaf. Dan hendaknya kita mengetahui bahwa ia diturunkan untuk tiga tujuan mulia: tilawah, tadabur, dan amal.

Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan untuk tiga perkara: untuk ta’abud (ibadah) tilawah (dibaca), dan untuk dipahami makna-maknanya, dan untuk diamalkan.

Dengar dasar ini marilah kita mengisi hidup kita dengan membaca, mentadaburi, serta mengamalkan Al-Qur’an. Dengan upaya tersebut kita berharap rahmat dan ampunan Allah. 

Tentang Heri Suheri

Founder Qothrunnadaa Learning Centre. Alumni Ma'had Ihyaa Assunnah Tasikmalaya jurusan TBA (Takhassus Bahasa Arab) tahun 2009 dan Ma'had 'Aly Assunnah Medan (sekarang STAI As-Sunnah) tahun 2012. Berpengalaman lebih dari sepuluh tahun mengajar bahasa Arab bagi pembelajar pemula. Semoga Allah mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya. Amiin

Baca Juga Artikel Berikut

Rukun Qiro'ah Al-Quran

Rukun Qiro’ah Al-Quran

Qothrunnadaa.com – Rukun Qiro’ah Al-Quran | Melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu tentang tingkatan dalam membaca Al-Quran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.